Jl. Kampus Unima di Tondano

Ketua Jurusan Fisika FMIPAK UNIMA Pimpin PKM
Pemanfaatan Sekam Padi sebagai Pupuk Organik di Kelurahan Koya

MINAHASA – Tim dosen dan mahasiswa Jurusan Fisika, Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan Kebumian (FMIPAK) Universitas Negeri Manado (UNIMA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pemanfaatan Sekam Padi sebagai Pupuk Organik di Kelurahan Koya”. Kegiatan ini dipimpin oleh Alfrie Musa Rampengan, S.Si., M.Sc., selaku Ketua Tim Pengabdian sekaligus Ketua Jurusan Fisika FMIPAK UNIMA, dan dilaksanakan di Kelurahan Koya, Kecamatan Tondano Selatan, Kabupaten Minahasa.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai potensi sekam padi yang selama ini sering dipandang sebagai limbah pertanian, padahal dapat dimanfaatkan sebagai bahan pendukung pupuk organik. Pemanfaatan sekam padi diharapkan memberikan nilai tambah terhadap limbah hasil pertanian sekaligus mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, tim memberikan edukasi mengenai karakteristik sekam padi, manfaatnya bagi tanah dan tanaman, serta cara pemanfaatannya sebagai pupuk organik. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi, diskusi, tanya jawab, dan demonstrasi sampel pupuk berbahan sekam padi yang sebelumnya telah dipersiapkan dan diuji coba oleh mahasiswa.

Sosialisasi dan Demonstrasi Pemanfaatan Sekam Padi

Sosialisasi berlangsung secara interaktif. Masyarakat diberikan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan tim mengenai pemanfaatan sekam padi, termasuk penggunaannya untuk membantu memperbaiki kondisi media tanam, pencampurannya dengan pupuk organik atau pupuk hasil fermentasi, serta penerapannya pada berbagai jenis tanaman. Partisipasi aktif masyarakat selama sesi diskusi menunjukkan adanya ketertarikan terhadap pemanfaatan limbah pertanian tersebut. Pertanyaan yang muncul antara lain berkaitan dengan cara sekam padi membantu menyuburkan tanah ketika dipadukan dengan pupuk organik atau pupuk fermentasi, serta jenis tanaman yang sesuai untuk memanfaatkan material sekam padi.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan pada alternatif pemanfaatan sumber daya lokal yang relatif mudah diperoleh. Sekam padi yang dihasilkan dari proses penggilingan tidak hanya dipandang sebagai limbah, tetapi dapat dikelola menjadi material yang memiliki nilai guna bagi kegiatan pertanian. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu mengurangi limbah pertanian sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pemanfaatan bahan organik secara produktif. Kegiatan PKM ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi Universitas Negeri Manado, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Keterlibatan dosen dan mahasiswa menjadi sarana untuk menerapkan pengetahuan kepada masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat melalui kegiatan yang relevan dengan potensi serta kebutuhan lokal.

Dampak Kegiatan dan Harapan Lanjutan

Berdasarkan pelaksanaan kegiatan, sosialisasi berhasil memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai potensi sekam padi sebagai bahan yang dapat dimanfaatkan dalam pupuk organik. Masyarakat memperoleh informasi mengenai manfaat, cara pengolahan, serta peluang penerapannya dalam kegiatan pertanian di tingkat rumah tangga maupun lingkungan sekitar.
Kedepan, pemanfaatan sekam padi diharapkan semakin diterapkan oleh masyarakat Kelurahan Koya sebagai bagian dari praktik pertanian yang lebih ekonomis, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Kegiatan serupa juga dapat dikembangkan melalui pendampingan lanjutan agar pemanfaatan sekam padi tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi dapat diterapkan secara konsisten sesuai kebutuhan masyarakat.

Facebook
WhatsApp
Telegram
Email