Jl. Kampus Unima di Tondano

PKM-DRTPM 2024: Dosen dan Mahasiswa Jurusan Fisika Unima Kenalkan Teknologi Bio-Baterai Berbahan Ampas Kopi di Kota Tomohon

Tomohon, 2024 – Inovasi di bidang pendidikan dan lingkungan kembali hadir di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun 2024, dosen dan mahasiswa Jurusan Fisika FMIPAK Universitas Negeri Manado (Unima) memperkenalkan teknologi bio-baterai berbahan baku ampas kopi kepada sejumlah sekolah di kota tersebut.

Program bertajuk “Penerapan Perangkat Bio-Baterai Berbahan Ampas Kopi dan Pemanfaatannya sebagai Media Pembelajaran Fisika SMA di Kota Tomohon” ini bertujuan memperkaya metode pembelajaran sains dengan memanfaatkan energi terbarukan berbasis limbah lokal. Kegiatan ini dipimpin oleh Ishak Pawarangan, M.Si. , dosen Jurusan Fisika Unima, bersama tim yang terdiri atas Widya A. Tumewu, M.Pd. , Vicky J. Mawuntu, M.Si. , serta lima mahasiswa.

Ketua tim PKM, Ishak Pawarangan, menyampaikan bahwa kegiatan ini menghubungkan teori fisika dengan aplikasi praktis melalui pendekatan berbasis lingkungan. “Dengan memanfaatkan limbah kopi, kami ingin menunjukkan kepada siswa bahwa teknologi hijau adalah masa depan yang bisa mereka capai,” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini mencakup pelatihan bagi guru serta pendampingan penggunaan perangkat bio-baterai dalam eksperimen fisika di kelas. Para guru diberikan kesempatan untuk merakit dan menguji langsung perangkat tersebut. Program ini disambut antusias oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Fisika se-Kota Tomohon.

Buddy Yohanes Mende, Ketua MGMP Fisika Kota Tomohon, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana sains dan lingkungan dapat saling mendukung. “Limbah kopi ternyata bisa menjadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan,” ungkapnya.

Jola Carolien Massie, guru Fisika dari SMA Swasta Kristen 1 Tomohon, menambahkan bahwa program ini membuat pembelajaran fisika lebih menarik dan interaktif. “Siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga merasakan langsung bagaimana energi listrik bisa dihasilkan dari bahan sederhana di sekitar mereka,” ujarnya.

Harapannya, perangkat bio-baterai ini dapat menjadi media pembelajaran berkelanjutan di sekolah-sekolah Kota Tomohon serta mendorong lahirnya inovasi serupa berbasis potensi lokal di masa mendatang.

Facebook
WhatsApp
Telegram
Email